Asia Tenggara adalah salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dari pembayaran non-tunai hingga perbankan daring, teknologi mentransformasi cara individu dan pelaku usaha mengakses layanan keuangan. Namun demikian, meskipun digitalisasi berkembang pesat, jutaan masyarakat di kawasan ini masih belum memiliki akses perbankan yang memadai, sehingga belum dapat memanfaatkan layanan keuangan dasar.
Inklusi keuangan masih menjadi tantangan besar di Asia Tenggara. Lebih dari 290 juta orang dewasa di kawasan ini belum memiliki akses ke layanan perbankan formal. Banyak dari mereka tinggal di daerah pedesaan, bekerja sebagai pekerja migran, atau berada dalam ekonomi gig, sehingga layanan perbankan tradisional menjadi tidak praktis atau sulit diakses.
Untuk mengatasi hal tersebut, Hitachi menghadirkan solusi yang menyederhanakan transaksi keuangan dengan tetap menjaga tingkat keamanan dan efisiensi yang tinggi. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi hambatan dalam partisipasi keuangan serta memberikan masyarakat alat yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Seperti disampaikan oleh Lourdes Yap, Senior Director Business Opportunity and Strategic Group Hitachi Asia (Filipina)
Perspektif ini menjadi landasan pendekatan Hitachi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif di seluruh kawasan.
Salah satu contoh dampak Hitachi adalah kolaborasinya dengan CTBC Bank Filipina untuk memperbarui Corporate NETBanking Web Portal. Proyek ini dirancang untuk memberikan akses real-time ke rekening simpanan, saldo pinjaman, dan riwayat transaksi bagi UKM maupun perusahaan besar.
Portal yang telah ditingkatkan ini mendukung berbagai kanal pembayaran, termasuk opsi lokal seperti InstaPay, ACH (PESONet), dan RTGS, serta transfer internasional melalui SWIFT. Kini, pelaku usaha dapat melakukan pembayaran massal, mengelola penggajian dengan lebih efisien, serta menerapkan alur persetujuan multi-level yang fleksibel sesuai kebutuhan operasional. Fitur keamanan yang ditingkatkan, seperti administrasi korporat, autentikasi dua faktor (2FA), dan notifikasi transaksi real-time, memberikan rasa aman bagi pengguna korporat.
Mary Hope Jaurigue, Senior Manager, Business Opportunity and Strategic Group di Hitachi Asia (Philippines), menyampaikan:
Melalui kolaborasi ini, Hitachi menunjukkan bahwa transformasi digital dalam perbankan dapat menyederhanakan operasional, meningkatkan transparansi, serta membuat pengelolaan keuangan lebih mudah diakses dan andal bagi perusahaan dari berbagai skala.
“Platform baru ini lebih dari sekadar alat — ini adalah penggerak strategis bagi bisnis untuk mengelola keuangan mereka dengan mudah, efisien, dan penuh percaya diri,” ujar Luis S. Elizaga, President dan CEO CTBC Bank Filipina.
“Melanjutkan keberhasilan pembaruan aplikasi ritel kami, kolaborasi dengan Hitachi Asia ini menunjukkan komitmen berkelanjutan kami terhadap inovasi, dengan memastikan baik nasabah individu maupun korporasi memiliki akses ke solusi perbankan digital yang terdepan.”
Selain perbankan korporasi, Hitachi juga mendukung kapabilitas perbankan digital CTBC Bank Filipina secara lebih luas, termasuk platform ‑ritel dan aplikasi mobile, yang meningkatkan pengalaman nasabah serta memungkinkan transaksi yang aman dan real‑time di berbagai kanal.
Sementara perbankan korporasi menjawab kebutuhan institusi, Hitachi juga berfokus pada individu yang belum terjangkau oleh sistem keuangan tradisional. Di Filipina, Hitachi bermitra dengan Seven Bank untuk menghadirkan mesin Cash Recycling (CRM) di gerai 7-Eleven, menciptakan jaringan titik transaksi tunai yang mudah diakses.
Mesin CRM ini memungkinkan pengguna untuk menyetor uang di satu lokasi dan menariknya di lokasi lain, sehingga pengiriman uang menjadi lebih cepat, aman, dan praktis bagi pekerja migran dan keluarga di seluruh Metro Manila dan sekitarnya. Hingga akhir tahun 2021, lebih dari 1.200 mesin CRM telah terpasang, dengan rencana ekspansi lebih lanjut.
Inisiatif CRM Hitachi menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjembatani “last mile” dalam layanan keuangan, khususnya bagi masyarakat yang kurang terlayani. Dengan menggabungkan verifikasi digital dan akses fisik, Hitachi memastikan bahwa inklusi keuangan bukan hanya konsep, melainkan solusi nyata yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari jutaan orang.
Inti dari Hitachi Digital Solutions adalah filosofi inovasi sosial— teknologi yang meningkatkan kualitas hidup. Baik melalui peningkatan perbankan korporasi, jaringan cash recycling, maupun platform keuangan digital regional, proyek-proyek Hitachi menunjukkan bahwa inklusi keuangan merupakan prioritas bisnis sekaligus sosial.
“Dalam lanskap keuangan saat ini, memastikan akses ke layanan perbankan yang aman dan tanpa hambatan bukan lagi pilihan,” ujar Lourdes Yap, Senior Director, Sales, Marketing and Business Development, Hitachi Asia (Filipina). Di Hitachi, kami berkomitmen memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan serta berkontribusi pada kemajuan masyarakat.
Dengan membuat keuangan digital lebih mudah diakses, Hitachi memberdayakan individu untuk menabung, berinvestasi, dan mengelola keuangan mereka secara aman, sekaligus membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan mobilitas ekonomi. Solusi ini juga mendukung usaha kecil, memungkinkan para pelaku usaha untuk menyederhanakan operasional, mengakses pembiayaan, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital.
Seiring Asia Tenggara terus mengadopsi transformasi digital, Hitachi Digital Solutions memelopori lanskap keuangan yang lebih inklusif dan merata. Dengan menggabungkan teknologi mutakhir dan implementasi yang praktis, Hitachi memastikan manfaat keuangan digital dapat diakses oleh semua pihak, mulai dari klien korporasi hingga jutaan orang yang sebelumnya belum terjangkau oleh sistem perbankan formal.
Melalui kemitraan dengan bank, perusahaan fintech, dan jaringan ritel, Hitachi membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi, literasi keuangan, dan aksesibilitas di seluruh kawasan. Visinya jelas: Asia Tenggara di mana keuangan digital bukan sekadar privilese, melainkan fondasi bagi partisipasi, peluang, dan kemajuan jangka panjang saat kita mendefinisikan masa depan.
Date of Release: July 2026