Asia Tenggara berada pada titik persimpangan yang krusial dalam perjalanan sektor energinya. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat, permintaan listrik di kawasan ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050. Namun, lebih dari 80% dari permintaan ini masih dipenuhi oleh bahan bakar fosil. Seiring dengan komitmen berbagai negara terhadap target nol emisi karbon, kawasan ini harus mengubah pendekatannya dalam hal pembangkitan, distribusi, dan konsumsi energi.
Jaringan energi yang stabil dan efisien sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi. Di banyak wilayah Asia Tenggara, jaringan listrik dibangun puluhan tahun yang lalu untuk mendukung sistem yang mengandalkan bahan bakar fosil, bukan untuk sumber energi terbarukan. Seiring dengan semakin berkembangnya energi surya, angin, dan tenaga air, jaringan listrik harus terus berkembang untuk dapat menangani pasokan energi yang berfluktuasi, pembangkit listrik terdesentralisasi, serta perdagangan listrik lintas batas.
Dengan menggabungkan sistem kontrol canggih, pemantauan digital, dan teknologi otomatisasi, Hitachi Energy membantu negara-negara di Asia Tenggara untuk memperbarui infrastruktur jaringan listrik mereka yang sudah tua dan bersiap menghadapi masa depan.
Misalnya, sistem MicroSCADA Pro dari Hitachi Energy telah menggantikan platform kontrol yang sudah usang di sebuah bandara besar di Asia Tenggara, sehingga memberikan para operator cara yang andal untuk memantau dan mengelola distribusi listrik di seluruh area yang luas dengan sistem cadangan otomatis dan kemampuan deteksi gangguan yang lebih baik.
Hitachi Energy juga membantu perusahaan utilitas beralih ke sistem modern berbasis cloud untuk pemeliharaan aset. Dengan solusi Manajemen Kinerja Aset kami, operator jaringan listrik dapat mengumpulkan dan menganalisis data dari ribuan aset, seperti trafo dan panel sakelar. Melalui analisis tersebut, para operator dapat mengantisipasi kegagalan peralatan dan menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan keandalan di seluruh jaringan transmisi dan distribusi.
Seiring dengan pertumbuhan energi terbarukan, salah satu tantangan terbesar di Asia Tenggara terletak pada upaya menghubungkan wilayah-wilayah yang kaya akan sumber energi terbarukan dengan pusat-pusat perkotaan yang memiliki permintaan tinggi. Energi surya mungkin melimpah di suatu wilayah, sementara potensi tenaga air atau angin lebih besar di wilayah lain. Menjembatani jarak ini secara efisien membutuhkan solusi transmisi generasi baru, seperti teknologi HVDC (arus searah tegangan tinggi).
Hitachi Energy adalah pelopor global dalam sistem arus searah tegangan tinggi (HVDC). Berbeda dengan transmisi arus bolak-balik konvensional, HVDC memungkinkan transmisi listrik sejauh ribuan kilometer dengan kerugian yang minimal. Teknologi ini juga memungkinkan interkoneksi jaringan listrik asinkron, sehingga negara-negara dapat berbagi tenaga listrik terbarukan melintasi batas negara.
HVDC juga mendukung stabilitas jaringan listrik. Karena produksi energi terbarukan berfluktuasi sesuai dengan kondisi cuaca, konverter HVDC dapat dengan cepat menyesuaikan aliran daya serta menstabilkan frekuensi dan tegangan di seluruh jaringan. Hal ini memungkinkan integrasi porsi energi terbarukan yang lebih besar tanpa mengorbankan keandalan.
Di kawasan seperti Asia Tenggara, yang memiliki banyak pulau dan jaringan listrik nasional yang beragam, hal ini merupakan terobosan besar. HVDC dapat menghubungkan pembangkit listrik tenaga surya terpencil, pembangkit listrik tenaga air, dan proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai secara langsung ke kawasan industri dan kota-kota, sehingga menciptakan jaringan energi regional yang benar-benar terintegrasi.
Seperti yang diungkapkan Anthony Smith, Country Managing Director Hitachi Energy Singapura, dalam sebuah podcast,
Salah satu contohnya adalah kontribusi jangka panjang Hitachi Energy terhadap proyek-proyek HVDC di Filipina, tempat tenaga panas bumi dari Leyte disalurkan secara efisien ke Luzon. Teknologi serupa dapat membantu menghubungkan Jaringan Listrik ASEAN di masa depan, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi dan memfasilitasi perdagangan energi terbarukan skala besar di seluruh kawasan.
Strategi Hitachi Energy di Asia Tenggara tidak hanya terbatas pada bidang teknik. Ini tentang membangun kemitraan yang berkelanjutan dalam ekosistem energi. Perusahaan ini bekerja sama dengan pemerintah, perusahaan utilitas, dan para pemangku kepentingan di sektor industri untuk bersama-sama mengembangkan solusi yang selaras dengan kebijakan energi nasional dan komitmen iklim.
Secara global, Hitachi telah berkomitmen untuk mengucurkan investasi sebesar 6 miliar dolar AS antara tahun 2024 dan 2027 guna mempercepat inovasi di bidang energi bersih. Sebagian besar momentum ini diarahkan ke Asia Tenggara, salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat dan kebutuhan energi tertinggi di dunia.
Seiring dengan upaya Asia Tenggara untuk mewujudkan ambisi net-zero, transisi energi di kawasan ini tidak hanya bergantung pada kapasitas energi terbarukan yang baru, tetapi juga pada kecanggihan dan ketangguhan jaringan listrik yang mendukungnya.
Upaya Hitachi Energy, mulai dari modernisasi infrastruktur jaringan listrik yang krusial hingga pemasangan saluran HVDC, turut membantu mewujudkan transformasi tersebut. Dengan memadukan teknologi mutakhir dan kerja sama regional yang erat, perusahaan ini mewujudkan janji energi berkelanjutan menjadi kenyataan yang praktis dan dapat dikembangkan.
Dengan demikian, Hitachi Energy tidak hanya menyediakan listrik untuk rumah-rumah dan kota-kota. Inilah yang mendorong masa depan Asia Tenggara.
Tanggal Rilis: Maret 2026